Postingan

Jarak: maukah kau berbaik hati?

Jarak, sering diartikan sebagai pemisah. Bisa bermakna sesuatu yang dapat diukur dengan satuan panjang, tetapi dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang kasat mata dan hanya bisa dirasakan oleh hati. Hampir setiap orang pernah mengalaminya.. Mana yang lebih menyiksa dan menyakiti? Bagiku, keduanya.. Jarak tidak lah jahat. Dia mampu berbaik hati memberikan makna lain bagi orang tertentu yang mampu menafsirkannya dengan hati dan mampu menjodohkan jarak dengan ikhlas. Meski terkadang keduanya tidak begitu mudahnya untuk berjodoh. Ketika jarak sudah menghampirimu, hanya ada dua hal yang mampu kamu lakukan. Menjodohkannya dengan ikhlas, atau menyibukkan diri berusaha untuk bersikap cuek dengan kedatangannya. Namun, seperti yang sudah aku katakan, menjodohkan jarak dengan ikhlas bukan lah suatu perkara mudah. Layaknya menjodohkan dua insan manusia yang masing-masing memiliki ego yang berbeda, pun demikian dengan jarak dan ikhlas. Butuh perjuangan dan pengorbanan b...

Pejuang LDR/LDM? Bismillah…

LDR (Long Distance Relationship) merupakan istilah untuk pasangan yang terpisah jarak dan mungkin waktu (karena perbedaan zona waktu). Istilah lain yang tidak jauh berbeda adalah LDM (Long Distance Marriage). Apa bedanya? LDR cenderung umum, namun LDM lebuh khusus untuk mereka yang sudah menikah. Hayo… LDR atau LDM???? Kenapa saya menulis tentang hal tidak jelas seperti ini? Sebenarnya jelas-jelas saja, karena saya juga termasuk salah satu pejuang LDM. Terpisahkan pulau, lautan, dan bahkan zona waktu. Walaupun masih di Negara yang sama. Namun hal tersebut bukan berarti bertemu kapan saja. Next, di sini saya akan sedikit bercerita tentang suka dukanya menjalani LDM. Mungkin hal ini bisa bermanfaat untuk pembaca yang sedang menimbang-nimbang mau LDM atau tidak. Perlu diketahui, pasangan saya bekerja di salah satu badan pemerintahan pusat yang bisa sewaktu-waktu bisa dipindahkan ke provinsi lain. Kelemahan LDM…. Ø   Jelas akan terlatih untuk lebih mandiri. Poin in...

Kuretase? Haruskah? Lalu bagaimana?

Bagi hampir seluruh wanita dewasa di dunia pasti sudah tahu apa itu kuretase. Dan hampir dipastikan tidak ada yang mau menjalaninya kecuali karena paksaan dari keadaan untuk kebaikan diri sendiri dan calon baby mendatang. Berbagi kisah ini mungkin juga akan memberikan wawasan atau pemikiran tersendiri bagi pembaca, tetapi harapan saya, bisa memberikan hal positif apapun itu bagi pembaca semuanya…aamiin… Ok, check it out… Berawal dari kisah saya yang seorang pejuang LDR (Long Distance Relationship) atau mungkin sebagian menyebutnya LDM (Long Distance Marriage) karena sudah dalam hubungan yang sah. Untuk pasangan LDR tentunya merupakan perjuangan tersendiri untuk mendapatkan momongan. Penyesuaian jadwal bertemu, dan hal lainnya.. Alhamdulillah di usia pernikahan 9 bulan saya merasa sering kembung tidak jelas. Sering buang angin dan rasanya badan tidak jelas. Sebenarnya sudah terlambat juga dari jadwal seharusnya siklus bulanan, tetapi karena biasanya juga tidak teratur, jad...

Catatan Seorang Pendidik (1)

Menjadi seorang pendidik atau akrab disebut sebagai seorang guru bukanlah hal yang mudah seperti yang sering dikatakan dalam masyarakat. Tidak sedikit dari masyarakat menganggap profesi guru adalah hal yang mudah. Hanya berangkat ke sekolah, mengajar, bekerja tidak seharian penuh, banyak liburnya, .... dan anggapan-anggapan lainnya. Padahal, apakah mereka tahu bahwa tanggung jawab seorang guru itu tidak ringan? Seorang guru bertanggungjawab untuk tidak hanya mengajarkan materi matematika, biologi, kimia, sejarah, ekonomi, dan pelajaran-pelajaran lainnya tetapi juga bertanggung jawab dalam mendidik dan menciptakan karakter siswa. Hal tersebut terdengar nyata dalam “tuntutan” pemerintah yang menggemakan “pendidikan karakter” pada siswa baik dalam tingkat sekolah ataupun dalam tingkat universita. Apa sih yang dimaksud pendidikan karakter? Menurut Kemendiknas (2010) pendidikan karakter adalah pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bert...

Teachers’ Difficulties in Implementing Thematic Teaching and Learning in Elementary Schools

Abstract  The objective of this study was to identify teachers’ difficulties in implementing thematic learning in elementary schools. The study was phenomenology-type qualitative research. Data were collected through interviews followed by focus group discussion; the focus group discussion involved 15 elementary school teachers from eight provinces that had implemented Curriculum 2013. The data were analyzed by means of Cresswell’s steps. The results of the study showed that teachers encountered obstacles in selecting appropriate problems and themes within thematic, scientific and problem-based learning and in managing time for project-based learning. The availability of learning facilities was still limited. The problems found at the assessment stage was the teachers’ capacity in selecting appropriate techniques, in creating good instruments and in formulating clear assessment criteria.  Keywords: teachers’ difficulties, thematic learning, elementary schools  ...

ANALISIS PEMANFAATAN SMARTPHONE DALAM MENDUKUNG PROSES BELAJAR MATEMATIKA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA (S1) UNY

Eny Sulistyaningsih Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (S2) Universitas Negeri Yogyakarta Email: enylistya@gmail.com Abstrak Proses belajar matematika dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan dengan media apa saja. Proses belajar matematika seseorang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi saat ini terutama dalam hal media belajar. Salah satu hasil perkembangan teknologi yang diminati mahasiswa adalah smartphone . Alat elektronik yang memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi ini semakin berkembang dengan berbagai fitur canggih untuk memenuhi kebutuhan konsumen, termasuk mahasiswa. Salah satu perkembangan fitur canggih dalam smartphone adalah dengan adanya aplikasi-aplikasi khusus yang dapat mendukung proses belajar matematika mahasiswa khususnya program studi pendidikan matematika. Kenyataan yang sering terjadi adalah mahasiswa kurang memaksimalkan manfaat smartphone sebagai media pendukung proses belajar matematika. Hasil penelitian survey ini ...

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DAN SIKAP TANGGUNG JAWAB SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 WATES

Eny Sulistyaningsih Universitas Negeri Yogyakarta enylistya@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dan Think Pair Share (TPS) dengan pendekatan kontekstual ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematika dan sikap tanggung jawab siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wates. Metode dalam peneltian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian pre-test post-test group design . Populasi penelitian seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wates. Sampel digunakan adalah kelas VIIE yang mendapatkan pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pendekatan kontekstual dan kelas VIID yang mendapatkan perlakuan pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan pendekatan kontekstual. Instrumen dalam penelitian ini adalah instrumen tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah yang terdiri dari soal pre-test dan post-test dan instrumen non tes berupa angket awal sikap tanggung jawab dan angket akhir si...